GpOoBUr8TSr8GfCpGpr6BSOiGd==
  • 0852-4410-5744

Profil MTs KH. A. Wahab Muhsin Sukahideng Tasikmalaya

Sejarah MTs KH. A. Wahab Muhsin Sukahideng

MTs KH. A. Wahab Muhsin Sukahideng didirikan pada tahun 2013 oleh Yayasan Bina Sejahtera Sukahideng sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan Islam formal yang terintegrasi dengan nilai-nilai kepesantrenan.

Madrasah ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga memperkuat pemahaman agama dan pembentukan karakter santri.

Lembaga ini dinamai dengan menambahkan nama seorang kiai kharismatik sesepuh Pondok Pesantren Sukahideng, yaitu KH. A. Wahab Muhsin rohimaullah, sebagai bentuk ta’dzim atas jasa-jasa beliau dalam pengembangan pendidikan dan dakwah Islam. Penamaan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar MTs KH. A. Wahab Muhsin untuk senantiasa menjadikan ketulusan, akhlak mulia, serta semangat beliau dalam mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam secara komperhensif dalam kehidupan sehari-hari.

Sejak awal pendiriannya, MTs KH. A. Wahab Muhsin terus berkembang dari tahun ke tahun. Dari mulai tempat pembelajaran di Pesantren, kini telah berkembang dengan memiliki bangunan sendiri lebih dari 20 rombel, perpustakaan, laboratorium, serta lingkungan belajar yang kondusif telah dibangun untuk menunjang proses pendidikan yang optimal. Hal ini tiada lain karena memang sejak awal pendiriannya, MTs ini bukanlah madrasah yang asal berdiri, tapi membawa nilai-nilai Pesantren yang melakat dalam dirinya sehingga menjadi Madrasah yang berani tampil beda dan memiliki daya kompetitif khususnya di Kabupaten Tasikmalaya.

Hingga saat ini, MTs KH. A. Wahab Muhsin Sukahideng menjadi salah satu lembaga pendidikan unggulan di bawah naungan Pondok Pesantren Sukahideng yang berkomitmen menjadi madrasah yang unggul dalam keilmuan, kuat dalam keimanan dan luhur dalam akhlak, sebagai bagian dari perjuangan pendidikan Islam di Indonesia.


===

Kegiatan pembiasaan peserta didik

Pengembangan karakter peserta didik dapat dilakukan melalui pembiasaan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap serta bersifat otomatis, yang terbentuk melalui proses pembelajaran yang dilakukan secara berulang-ulang, baik secara bersama-sama maupun secara individu. Melalui proses pembiasaan ini, peserta didik tidak hanya membangun sikap dan nilai, tetapi juga mengembangkan kompetensi sosial, emosional, dan spiritual.

Dalam perspektif Kurikulum Cinta, pembiasaan menjadi pendekatan utama dalam menanamkan nilai kasih sayang, empati, kepedulian, tanggung jawab, serta penghargaan terhadap sesama dan lingkungan. Kurikulum Cinta menekankan pendidikan yang berorientasi pada hati (heart-based education), sehingga proses pembelajaran tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik. Oleh karena itu, pembiasaan perilaku positif menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan karakter peserta didik secara holistik.

Kegiatan rutin pembiasaan merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap hari sekolah sebelum proses pembelajaran dimulai. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan positif serta meningkatkan kedisiplinan peserta didik secara berkelanjutan. Dalam konteks Kurikulum Cinta, kegiatan rutin pembiasaan menjadi sarana penanaman nilai-nilai spiritual, kedisiplinan, tanggung jawab, serta cinta terhadap Tuhan, sesama, dan lingkungan.

Kegiatan rutin pembiasaan dilaksanakan secara terjadwal dengan rincian sebagai berikut:

  • Hari Senin: Upacara bendera, sebagai wujud penanaman nilai cinta tanah air, nasionalisme, dan kedisiplinan.
  • Hari Selasa: Sholat Dhuha dan membaca Al-Qur’an, untuk menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT serta membiasakan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
  • Hari Rabu: Sholat Dhuha dan membaca Al-Qur’an, sebagai penguatan nilai spiritual dan ketenangan batin peserta didik.
  • Hari Kamis: Sholat Dhuha dan membaca Al-Qur’an, guna membangun karakter religius, disiplin, dan konsistensi dalam beribadah.
  • Hari Jumat: Sholat Dhuha dan membaca Al-Qur’an, sebagai sarana refleksi diri serta penanaman nilai cinta, kepedulian, dan akhlakul karimah.
  • Hari Sabtu: Sabtu latihan PBBAB, sebagai kegiatan pembinaan sikap disiplin, kerja sama, tanggung jawab, serta kepemimpinan.

Note : Pembacaan ayat Al-Qur’an dilakukan secara berkelanjutan dengan melanjutkan hanca (juz/target bacaan) dari hari ke hari. Pola pembiasaan ini bertujuan agar peserta didik terbiasa membaca Al-Qur’an secara istiqamah, teratur, dan memiliki target bacaan yang jelas. Selain meningkatkan kelancaran dan ketepatan membaca, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an.Melalui kegiatan rutin pembiasaan tersebut, peserta didik diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai Kurikulum Cinta secara nyata dalam perilaku sehari-hari, sehingga terbentuk karakter yang religius, disiplin, peduli, dan berakhlak mulia.

Foto-foto kegiatan pembiasaan peserta didik

Kontak Admin Web

Jika anda punya beberapa pertanyaan seputar Madrasah kami, seperti tentang kegiatan akademik, pendaftaran, seputar alumni, anda bisa mengirim pesan kepada admin harian kami.

Kontak Kami

Popup Image
Anda dapat mengirim pesan langsung kepada kami, silahkan pilih siapa yang ingin anda hubungi:

Kontak WA Bawah - Admin Madrasah

Kontak WA Bawah - Rifqy Muhammad

tentukan kepada siapa anda mengirim pesan!
Assalamualaikum Warohmatulloh Wabarokatuh